Kelas X atau 1 SMA aku bertemu dengannya, dengan seorang pria yang menghiasi mimpiku kini. Setahun bersama memang tak ada yang berbeda. Dulu kelas kami
merupakan kelas yang bisa dibilang cukup kompak. Setiap ada acara maupun waktu
luang kita pasti akan selalu berkumpul. Meski Cuma untuk ngobrol, tapi inilah
aktifitas kami. Kami lebih senang melakukan suatu pekerjaan bersama – sama. Hingga
di tahun kedua kami berada di SMA, kami masih diizinkan untuk
bersama. Aku dengannya memang tak terlalu dekat, dan kita memang tak begitu mengenal.
bersama. Aku dengannya memang tak terlalu dekat, dan kita memang tak begitu mengenal.
Suatu kondisi tubuhku memang
kurang fit, dan saat jam pelajaran berlangsung aku pingsan entah kenapa teman –
temanku diam. Hanya beberapa dari mereka yang menolongku. Dengan pandangan redup
aku melihat satu – satunya pria di kelas menolong dan menopang tubuhku. Ya, dia . Aku tak tau, mengapa dia rela menolongku. Dan semenjak itu aku selalu
terbayang oleh kejadian saat itu.
Setiap hari yang kudengar hanya namanya, yang ku ingat hanya namanya. Bahkan di mimpipun yang kutemui hanya dia. Mungkin aku jatuh cinta, tapi apa iya. Aku sendiri bahkan tidak tau
tentang perasaanku sendiri. Entah apa yang dibuatnya hingga tiap hari aku
selalu memikirkannya.
Dua tahun berlalu, dan dua tahun
pula perasaanku tersimpan untuknya. Aku selalu ingat semua kejadian saat
bersamanya. Baik saat suka maupun
duka, tapi ini fakta bahwa dialah yang selalu ada di ingatanku. Tapi sampai saat ini
aku tak mampu mengucapkan dan mengungkapkan perasaanku. Mungkin karna aku
perempuan, jadi aku tak layak untuk mengungkapkannya. Mungkin juga ini perasaan
takutku yang begitu besar, hingga aku tak mampu mengeluarkan isi hatiku.tapi yang
pasti, aku tak ingin menyesal di kemudian hari.
Aku selalu berdoa untuknya,
semoga dia selalu mendapatkan yang terbaik. Dan semoga aku menjadi salah satu
yang terbaik untuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar