![]() |
| Hammam |
Ini
sepupu gue. Namanya Atallah Human Hammam Santoso. Perjuangan hidupnya sangat berat. Saat
dirinya dilahirkan, ibu (tante gue) harus merasakan sakit selama dua hari dua
malam. Memang itulah beratnya menjadi ibu. Tapi sedemikian berat menjadi ibu
kenapa masih banyak ibu – ibu diluar sana yang tega membuang dan menelantarkan
bayinya. Apa salahnya bayi mungil yang tak berdosa itu.
Kembali
ke Hammam, dia dilahirkan di rumah bersalin di daerah Rembang tepatnya do Rumah
dr. Agus jam 3:00 dini hari. Waktu itu
nyokap gue yang nungguin adiknya untuk lahiran. Kata nyokap Hammam ini lahir
dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Air kawah dalam kandungan ibunya
hampir kering, dan Hammam juga tertelan air kawah sehingga badannya membiru.
Layaknya bayi yang baru dilahirkan pasti dia akan menangis, tapi tidak untuk
Hammam. Hammam tidak mengeluarkan suara
sedikitpun, sampai dokter memukul (maaf)
pantatnya dia baru mengeluarkan suara yang sangat lirih lemah tak berdaya.
Dokterpun menyarankan agar hammam dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.
Nyokap
dan Om serta para perawat yang berjaga di Rumah bersalin itu bergegas membawa
bayi mungil ini ke RS dr. Soetrasno Rembang. Dua jam berada di UGD, Hammam
harus merasakan sakit lagi ketika tubuh mungilnya dimasuki oleh tajamnya jarum
suntik.
Setelah
itu 10 hari kami menanti kabar Hammam yang Alhamdulillah semakin hari kondisi
semakin membaik. Hingga pas setelah 10 hari berlalu Hammam bisa dibawa pulang. Pertama
kali dia sampai rumah, yang gue liat kulit Hammam kenapa kusut, layaknya orang
tua yang telah keriput. Tapi untungnya itu tak bertahan lama, setelah
mengkonsumsi ASI secara rutin, sekarang dia menjadi anak yang kuat. Kini Hammam
menjadi anak yang lincah, meski dalam riwayat hidupnya yang masih singkat itu
banyak penyakit yang akhirnya bisa dia hadapi.
Kamu anak hebat adikku :’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar