Jumat, 17 Agustus 2012

Atallah Human Hammam S


Hammam
               
                Ini sepupu gue. Namanya Atallah Human Hammam Santoso.  Perjuangan hidupnya sangat berat. Saat dirinya dilahirkan, ibu (tante gue) harus merasakan sakit selama dua hari dua malam. Memang itulah beratnya menjadi ibu. Tapi sedemikian berat menjadi ibu kenapa masih banyak ibu – ibu diluar sana yang tega membuang dan menelantarkan bayinya. Apa salahnya bayi mungil yang tak berdosa itu.
                Kembali ke Hammam, dia dilahirkan di rumah bersalin di daerah Rembang tepatnya do Rumah dr. Agus  jam 3:00 dini hari. Waktu itu nyokap gue yang nungguin adiknya untuk lahiran. Kata nyokap Hammam ini lahir dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Air kawah dalam kandungan ibunya hampir kering, dan Hammam juga tertelan air kawah sehingga badannya membiru. Layaknya bayi yang baru dilahirkan pasti dia akan menangis, tapi tidak untuk Hammam.  Hammam tidak mengeluarkan suara sedikitpun, sampai dokter memukul  (maaf) pantatnya dia baru mengeluarkan suara yang sangat lirih lemah tak berdaya. Dokterpun menyarankan agar hammam dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.
                Nyokap dan Om serta para perawat yang berjaga di Rumah bersalin itu bergegas membawa bayi mungil ini ke RS dr. Soetrasno Rembang. Dua jam berada di UGD, Hammam harus merasakan sakit lagi ketika tubuh mungilnya dimasuki oleh tajamnya jarum suntik.
                Setelah itu 10 hari kami menanti kabar Hammam yang Alhamdulillah semakin hari kondisi semakin membaik. Hingga pas setelah 10 hari berlalu Hammam bisa dibawa pulang. Pertama kali dia sampai rumah, yang gue liat kulit Hammam kenapa kusut, layaknya orang tua yang telah keriput. Tapi untungnya itu tak bertahan lama, setelah mengkonsumsi ASI secara rutin, sekarang dia menjadi anak yang kuat. Kini Hammam menjadi anak yang lincah, meski dalam riwayat hidupnya yang masih singkat itu banyak penyakit yang akhirnya bisa dia hadapi.
Kamu anak hebat adikku :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar