Jumat, 08 Maret 2013

SATU RINDU (MAMA)


                Selalu aja seperti ini, saat pertama kali berangkat ke Semarang hanya raga yang berjalan sedangkan jiwa masih menetap dirumah. Jadi gini, tanggal 27 Februari 2013 lalu aku  harus kembali menjalani aktifitasku di Semarang. Dari rumah dengan motor mio hitam, diantar mama ke terminal. Bersama seorang teman menunggu bis Semarang-Surabaya. Lama banget nunggunya, ciuuusssss.
Mama (44th)

                Dari seberang masih nampak mama menungguku, memastikan sampai aku benar selamat sampai masuk kendaraan yang akan mengantarku ke perantauan. Tiba – tiba langkah mama tergerak menghampiriku. Tak kuasa ku menahan air mata yang sejak tadi telah bersembunyi di sudut – sudut mata. Hingga akhirnya ku tuangkan semua airmataku yang kali ini tak dapat kusembunyika dari balik jilbabku. Mamapun memeluk dan menciumiku *gue nangis saat nulis ini*. Kemudian saat bis itu datang, dar dalam bis tak ku dapat lagi raga mama disana. Semakin tak kuasa ku menahan air mata ini. Semakin tumpahlah air mata ini. Sepanjang perjalanan hanya terbayang wajah mama dan memory – memory bersamanya.
                Yahhh, seperti itulah. Kalo harus diceritain laptop ini akan basah kuyup, kamar banjir dan mata bengkak. Jadi kita cukupkan saja. Jujur saja aku bukan orang yang tegar saat dihadapkan dengan cerita tentang mama. Yahh itu karena sejak dulu memang lebih dekat dengan mama. Apa – apa pasti mama, kemana – mana juga mama.
aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh udahan deh ceritanya. Ayo rajin – rajin nulis, gimanapun hasilnya kita coba!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar