Sehelai daun
tertinggal di ujung ranting, tetap bertahan meski angin topan menyambar. Di
sudut lain terlihat ribuan lidi membawa helai demi helai daun yang tergeletak
dibawah pohon itu masuk ke suatu tempat. Gelap, kecil, tapi hangat. Mungkin
disana lebih baik daripada sendiri di ujung, yang tak tau akan bertahan berapa
lama di ujung sana.
Tunggu, tempat itu tak lebih baik dari ujung ranting. Memang kecil, memang hangat, dan meski gelap hingga tak ada yang tau apa yang ada didalamnya. Tempat itu juga bau, bau unggul meski kenyataannya mereka tak lebih kuat dari aku. Tempat itu juga sempit, mereka tak bisa menerima sesuatu yang baru, pikiran mereka hanya terbatas dinding-dinding dingin. Dan, aku tersadar ini hanya SAMPAH!!!!! Buat apa
aku menginginkan tempat seperti itu jika ada tempat yang jauh lebih. Butuh waktu yang lama untuk memahami tempat itu. Hingga saat ini aku berkeyakinan akna mempertahankan tempat ini.
Disini
cukup luas, aku bisa membuka cakrawala, aku bisa melihat dunia. Luas dan luar
biasa. Di tempat ini yang tercium hanyalah aroma kebebasan, kebahagian, dan ini
anugrah. Tempat ini cukup terang, meski malam tiba, sang dewi malam akan
senantiasa menggantikan sang surya bertugas menyinari dunia. Mereka yang berada disana hanya beruntung,
benar beruntung mendapat tempat yang tak menggunakan pikiran luas, mereka hanya
mengandalkan sedikit perasaan dan banyak kedekatan. Sangat disayangkan mereka yang
terjebak di dalam sana. Tapi tetap saja mereka bertahan.
Eksistensi??
Sebentar lagi akan musnah, saat daun-daun kering itu terbakar. Bahkan akan
sangat mudah terbakar, karena daun-daun itu terlalu kering dan limit
energi. Cukup, sekali lagi CUKUP!! Allah yang memberiku energi sehingga aku
masih bertahan disini, dimana hal ini berarti pilihan Allah lah yang terbaik.
Rencana Allah lebih indah dari rencanaku, aku hanya ingin, tapi ternyata itu
bukan yang aku butuhkan. Allah lebih tau apa yang aku butuhkan.
Ku
tutup mata ini dan tak seorangpun bisa memetikku tanpa kehendak-Nya
.
Kau tetap ku nanti
demi keyakinan ini
berdua ku bisa percaya
berdua ku bisa percaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar